Al-Malhamah Al-Kubro I : Terwujudnya Hadist “1 Bendera Islam VS 80 Bendera Koalisi Ar-Rum” [01]

 Bismillah…

Syaikh Al-Mubayyadh dalam bukunya “Ensiklopedia Akhir Zaman” pada sub judul “Rangkaian Pertempuran Al-Mahdi Dengan Romawi” membawakan 2 hadist shahih yang menggambarkan kronologi sampai terjadinya peperangan.

Hadist pertama :

Dari ‘Auf bin Malik -raḍiyallāhu ‘anhu- ia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- pada waktu perang Tabuk saat beliau berada di dalam kubah kulit (kemah). Beliau bersabda, “Hitunglah enam perkara menjelang hari kiamat; yakni kematianku, pembebasan Bait al-Maqdis (masjidil Aqsa), kematian masal yang menimpa kalian seperti penyakit scrapie pada domba, melimpahnya harta hingga seseorang diberi 100 dinar namun masih murka, kemudian terjadinya fitnah yang tidak menyisakan satu rumah pun milik bangsa Arab kecuali dimasukinya, kemudian perjanjian damai antara kalian dan Bani Aṣfar (Romawi), lalu mereka mengkhianati kalian. Mereka datang membawa 80 panji, setiap panji membawahi 12000 tentara.”   
[Hadis sahih] – [Diriwayatkan oleh Bukhari]

Kami akan menjelaskan menurut Intepretasi kami bahwa seluruh 6 hal yang disebutkan di atas telah terjadi. Sebelumnya kita lengkapi dengan hadist kedua.

Hadist kedua : “Kalian akan shulh (mengadakan perjanjian damai, gencatan senjata) dengan Bangsa Romawi dengan perjanjian aman. Kemudian kalian dan mereka (Romawi) akan memerangi musuh di belakang kalian. Kalian akan dimenangkan Allah, dan meraih ghanimah dengan selamat. Setelah itu kalian (dan Romawi) berkumpul di Marj Dzi Tullul (sebuah dataran tinggi). Lantas seorang Salibis Romawi mengangkat salib sambil berteriak: “Hidup Salib!” Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut. Kemudian Romawi marah dan mengkhianati perjanjian, dan kaum muslimin bersatu melawan mereka. Saat itulah terjadi Al Malhamah Al Kubra.”[HR. Abu Dawud, 4292]

Kami lengkapi dengan hadist ketiga :

“Dan periode keenam adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (yaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasykus.” [HR. Ahmad: 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Tahqiq Musnad Ahmad berkata: “Isnadnya shahih menurut kriteria Muslim.”]

Kita insyaallah akan menguraikan seluruh hadist ini

Enam Hal Sebelum Hari Kiamat (dalam hadist pertama)

  1. 1. “Kematianku” : adalah wafatnya Rasulullah ShallaLLAHU ‘alaihi Wa Sallam
  2. 2. “Pembebasan Baitul Maqdis” : pembebasan (pertama) ini dilakukan oleh khalifah Umar Bin Khattab RA, ini adalah pembebasan pertama kali setelah Rasulullah SAW wafat. Periode ini adalah awal akan masuknya berbagai fitnah besar ,yang pertama adalah fitnah Ahlas, diawali dengan terbunuhnya khalifah Umar bin khattab RA. (Silahkan baca pembahasan tentang fitnah Ahlas
  3. 3. “kematian massal yang menimpa kalian bagaikan penyakit yang menimpa kambing, lalu kambing itu mati mendadak” : wabah Amwas (Emmaus) atau wabah Syria yang terjadi sekitar tahun 17/18 H atau 638/639 M, 6 tahun setelah Nabi wafat atau pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khatab ra. Nama wabah yang dinisbahkan pada sebuah kota kuno di Palestina yang termasuk wilayah Syam saat itu (Suriah sekarang) ini ditimbulkan oleh kutu yang terinfeksi bakteri yersinia pestis yang dibawa oleh binatang kecil semacam serangga. Dianggap salah satu wabah besar karena saat itu menewaskan kurang lebih 25 ribu pasukan muslim yang sedang berhadapan dengan tentara Bizantium, termasuk para sahabat senior antara lain Abu Ubaidah bin Jarrah ra, Muadz bin Jabal ra, Syurahbil bin Hasanah ra, Yazid bin Abi Sufyan radan Harits bin Hisyam bin Al-Mughirah ra. Yang menarik di sinilah terjadi dialog bersejarah antara Umar dengan Abu Ubaidah dengan latarbelakang keinginan Umar untuk menarik pasukannya dari kamp (tenda pasukan) di Amwas untuk menghindari wabah, khususnya para sahabat yang turut serta di dalamnya.
  4. 4. “Dilimpahruahkannya harta sehingga seseorang walaupun telah diberi 100 dinar dia tetap saja marah” : ini adalah ciri fitnah Sarra (berarti harta kekayaan) yaitu fitnah setelah fitnah Ahlas, dimulai pada masa transisi kekhalifahan Bani Abbasiyah sampai akhir masa kepemimpinan Raja-raja /dinasti-dinasti yang menisbatkan diri kepada kekhalifahan Islam (terakhir dinasti Ustmani). Silahkan dibaca mengenai Fitnah Sarra
  5. 5. “Kemudian tidak tersisa satu rumahpun dari kalangan Arab kecuali fitnah itu akan memasukinya”: ini adalah masanya fitnah Duhaima, yaitu fitnah yang dibawa oleh Bani Ya’juj&Ma’juj , berdasarkan hadist :” Telah bercerita kepada kami Yahya bin Bukair telah bercerita kepada kami Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bin Az Zubair bahwa Zainab binti Abu Salamah bercerita kepadanya dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari Zainab binti Jahsy radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepadanya dengan gemetar sambil berkata: “Laa ilaaha illallah, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”. Beliau memberi isyarat dengan mendekatkan telunjuknya dengan jari sebelahnya. Zainab binti Jahsy berkata, Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa sedangkan di tengah-tengah kita banyak orang-orang yang shalih?”. Beliau menjawab: “Ya, benar jika keburukan telah merajalela”. Hadist ini adalah bukti bahwa Ya’juj dan Ma’juj sudah mulai muncul secara bergelombang berbanding lurus dengan tembok yang berhasil mereka lubangi, semenjak zaman Nabi Muhammad SAW lubang tersebut telah ada dan semakin lebar lubang tersebut dari masa ke masa hingga akhirnya runtuh semuanya. Serangan Ya’juj Ma’juj yang pertama (kepada bangsa Arab) adalah serangan bangsa mongol yang dipimpin oleh Jenghis khan, kemudian yang kedua adalah penguasaan seluruh dunia hingga meruntuhkan kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai dunia saat itu kemudian mereka menguasai Baitul Maqdis dan mengatur dunia dengan membangun pemerintahan sekuler di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di masa inilah kita saksikan “teror” yang memasuki tiap pintu/negeri bangsa Arab, yaitu berlakunya hukum sekuler dan kezhaliman-kezhaliman lainnya (silahkan baca selengkapnya tentang fitnah Duhaima)
  6. 6. “Selanjutnya perjanjian damai yang ada di antara kalian dengan bangsa Romawi (Ar-Rum) lantas mereka berkhianat dan mereka datang kepada kalian dengan 80 panji, setiap panji diikuti oleh 12.000 tentara” : inilah yang akan kita bahas secara lebih detail , yaitu pertempuran antara Thaifah Manshurah vs Rum, namun yang ingin digaris bawahi dari pemaparan hadist ini adalah pertempuran ini (Almalhamah Al-Kubro ) terjadi di masa kita hidup sekarang ini, di mana sudah terpenuhinya 5 hal sebelumnya secara berurutan, sehingga kita tidak ragu lagi, tidak bingung lagi kapankah masanya pertempuran itu akan datang, yaitu ada setelah fitnah Duhaima merajalela , dan setelah dikuasainya baitul maqdis oleh Ya’juj Ma’juj. Artinya, jika menurut pembagian hadist ini, maka kita sudah berada di fase keenam. Kita sebut ‘fase keenam” , insyaallah akan kita paparkan secara lebih detail.

Fase Keenam :

“Dan periode keenam adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (yaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasykus.” [HR. Ahmad: 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Tahqiq Musnad Ahmad berkata: “Isnadnya shahih menurut kriteria Muslim.”]

“Kalian akan shulh (mengadakan perjanjian damai, gencatan senjata) dengan Bangsa Romawi dengan perjanjian aman. Kemudian kalian dan mereka (Romawi) akan memerangi musuh di belakang kalian. Kalian akan dimenangkan Allah, dan meraih ghanimah dengan selamat. Setelah itu kalian (dan Romawi) berkumpul di Marj Dzi Tullul (sebuah dataran yang luas dan subur). Lantas seorang Salibis Romawi mengangkat salib sambil berteriak: “Hidup Salib!” Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut. Kemudian Romawi marah dan mengkhianati perjanjian, dan kaum muslimin bersatu melawan mereka. Saat itulah terjadi Al Malhamah Al Kubra.” [HR. Abu Dawud, 4292]

1.Perdamaian Dengan Bangsa Rum

Perdamaian ini terjadi ketika Ya’juj Ma’juj yang sudah menguasai dunia dengan terbentuknya PBB (perserikatan Bangsa-bangsa ) setelah sebelumnya berperang , yaitu perang dunia I dan perang dunia II. Hasil PD 1 dan PD 2 di antaranya adalah : 1. Meruntuhkan kekuatan umat Islam (1924), 2. Dunia bertekuk lutut di bawah hukum sekuler(Ya’juj Ma’juj) dengan PBB-nya, 3. Mereka juga berhasil mengembalikan yahudi ke Baitul Maqdis setelah sekitar 2000 tahun terusir dari sana (1948).

Allah menjelaskan peristiwa ini (yaitu Ya’juj Ma’juj mengantarkan orang-orang terusir kembali ke tanah suci ) pada Suratul Anbiya ayat 96-97 : “Sesungguhnya tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami. Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.”

Tidak ada yang bisa mengembalikan penduduk Negeri yang dibinasakan Allah (terusir dari negeri / tanah suci/ Baitul Maqdis) sampai keluarnya Ya’juj dan Ma’juj yang berperan untuk mengembalikan mereka ke negeri tersebut. Inilah yang kita kenal dengan gerakan Zionisme (1896). Jadi penyebutan Ma’juj dan Ma’juj yang melancarkan fitnah Duhaima saat ini, bukanlah karangan kami tanpa landasan dalil (tapi Allah sendirilah yang menyatakannya dalam Al-qur’an surat Al-Anbiyaa) . dan bukti bahwa hari ini sudah terwujud negara yahudi di Baitul Maqdis , adalah bukti bahwa ayat ini benar, Mahabenar Allah. Surat Al-Anbiya di atas juga memperingatkan kepada kita agar kita memperhatikan tanda-tanda ini, sebagai tanda bahwa akan segera terjadi hari kiamat , dan jangan kita menjadi lengah terhadap tanda-tanda ini, seperti orang-orang kafir yang terkejut ketika kiamat datang di depan mata mereka (karena selama ini mereka lalai), atau jangan kita menjadi kafir karena melalaikan tanda-tanda ini. (Baca lagi tentang fitnh Duhaima, yang gelap sehingga orang beriman pada pagi harinya, namun sorenya menjadi kafir(tanpa disadarinya)).

Lalu apakah maksud perdamaian dengan Rum adalah dengan terbentuknya PBB ? Tidak, karena PBB tidak tepat jika dipandang sebagai representasi Rum. Walaupun secara umum dunia saat itu bersepakat untuk “damai” dengan syarat dan kondisi mengikuti pola Ya’juj dan Ma’juj/ Zionist- yaitu dibawah payung sekulerism, ditandatanganilah piagam PBB yang juga di dalamnya disetujui juga berdirinya Mahkamah Internasional (hukum sekuler) , di antara yang paling pertama dalam menandatangani piagam ini adalah negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, seperti Arab Saudi dan Indonesia .

Lalu bila bukan perdamaian yang digagas oleh PBB, lalu perdamaian yang mana? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus lebih meneliti isi hadistnya. Diantara isinya (Hadist kedua di atas) adalah: “Kalian akan shulh (mengadakan perjanjian damai, gencatan senjata) dengan Bangsa Romawi dengan perjanjian aman. Kemudian kalian dan mereka (Rum) akan memerangi musuh di belakang kalian. Kalian akan dimenangkan Allah, dan meraih ghanimah dengan selamat.”. Untuk menjabarkan peristiwa yang dimaksud hadist ini, maka kita akan lebih dulu menjelaskan siapakah yang menjadi representasi Ar-Rum pada saat ini?

Siapakah Ar-Rum ?

Ada yang mengatakan Ar-Rum adalah Rusia, ada juga yang mengatakan Amerika atau Eropa. Menurut pendapat kami kekristenan sangat kuat (tercatat di dalam sejarah) ada di Eropa. Sejarahnya kekaisaran Romawi terbagi 2 , yaitu kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur. Setelah keduanya berakhir dengan terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, maka kemudian dikelompokkan berdasar kata “kekristenan” yaitu ada kekristenan Barat meliputi gereja-gereja latin yang mendominasi Eropa , Afrika Utara dan Afrika selatan, seluruh Australia dan juga Amerika (karena Amerika adalah koloni Inggris). Kemudian kekristenan timur berkembang di wilayah Balkan, Eropa Timur, Asia kecil, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Timur kemudian sebagian wilayah timur jauh(China dsb). Di Era setelah perang dunia ke-2 , kekristenan seperti tidak dibedakan antara kristen timur dan barat, namun seperti yang kita ketahui bahwa “Dunia Barat” mendominasi dunia dengan menjadi negara-negara maju dengan tetap mempertahankan kekristenan sebagai agama bahkan Inggris dan banyak negara Eropa lain dalam benderanya bergambarkan salib, kemudian di Timur ada Rusia dan negara-negara Uni Soviet, namun Rusia dan sekitarnya setelah perang Dunia tidak mencerminkan kekristenan, melainkan komunisme. Kesimpulan kami adalah Ar-Rum lebih kepada “Dunia Barat” yang diwakili oleh negara-negara maju Eropa, Australia dan Amerika. Perang dingin antara Dunia Barat(yang dipimpin Amerika dengan NATO) VS Dunia timur (Uni Soviet dengan PAKTA WARSAWA), akhirnya dimenangkan oleh Barat. dengan hasil akhir Uni Soviet terpecah dan Amerika menjadi Negara Adi daya.

Kisah Perdamaian Ar-Rum dengan Thaifah Manshurah

“Kalian akan shulh (mengadakan perjanjian damai, gencatan senjata) dengan Bangsa Romawi dengan perjanjian aman. Kemudian kalian dan mereka (Romawi) akan memerangi musuh di belakang kalian. Kalian akan dimenangkan Allah, dan meraih ghanimah dengan selamat.” (Al-Hadist)

Peristiwa di maksud (menurut Intepretasi kami): terjadi sekitar 45 tahun yang lalu, di wilayah Khurasan lebih tepatnya di bumi Afghanistan meletus perang antara Uni Soviet VS Mujahidin . Uni Soviet ingin mempertahankan pemerintahan marxis-Leninisme di Afghanistan , sementara Mujahidin ini terdiri dari Thaliban (penduduk asli Afghanistan) dan juga kelompok mujahidin Arab yang datang dari luar afghanistan (dipimpin oleh Syaikh Abdulah Azzam, Osama bin Laden, dan ada juga di sana Abu Mus’ab Az zarqawi). Mujahidin saat itu didukung oleh Amerika dan sekutunya(NATO) , kemudian singkat cerita, mereka (mujahidin) menang, Uni Soviet kalah dan mundur.

2. Pengkhianatan Ar-Rum dan Bersatunya Kaum Muslimin Melawan Mereka

“Setelah itu kalian (dan Romawi) berkumpul di Marj Dzi Tullul (sebuah dataran yang luas dan subur). Lantas seorang Salibis Romawi mengangkat salib sambil berteriak: “Hidup Salib!” Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut. Kemudian Romawi marah dan mengkhianati perjanjian, dan kaum muslimin bersatu melawan mereka. Saat itulah terjadi Al Malhamah Al Kubra.” (Al-Hadist)

Pertempuran Di “Marj Dzi Tulul”

Di manakah letak Marj Dzi Tulul (dataran yang luas dan subur)?

Menurut Intepretasi kami Marj Dzi Tulul adalah wilayah dataran subur di antara sungai Eufrat dan Tigris, dulu kita mengenalnya dengan nama “Mesopotamia”, sekarang kita kenal dengan wilayah Iraq.

Setelah perang Mujahidin VS Soviet di Afghanistan selesai, mujahidin Arab kemudian pulang ke wilayah masing-masing, kemudian mereka menjadi buronan di negara mereka masing-masing (atas desakan negara-negara barat/ Ar-rum) karena mendukung jihad, di antaranya ada Osama bin Laden , Syaikh Abdullah Azzam dan Abu Mush’ab Az-Zarqawi. Semua menjadi buronan Internasional.

Salah satu dari mereka , yaitu Abu Mush’ab Az-Zarqawi setelah ditangkap dan dipenjara di Yordania dan Pakistan sepulang jihadnya di Afghanistan, lalu ia dan kelompoknya memutuskan untuk ke Iraq mempersiapkan kamp Jihad di sana dengan dasar perkiraan bahwa Iraq akan menjadi ajang pertempuran selanjutnya dengan Amerika. Dan benar Amerika dan sekutunya NATO meng-invasi Iraq (2003) dengan tuduhan bohong bahwa Iraq menyimpan senjata pemusnah massal, sebelumnya Amerika juga meng-invasi Afghanistan(2001) dan mencabut pemerintahan Thaliban kemudian menggantinya dengan pemerintahan boneka, kemudian mereka mendeklarasikan kemenangan pasukan mereka (pasukan Salib) , inilah yang dimaksud oleh potongan hadist “seorang Salibis Romawi mengangkat salib sambil berteriak: “Hidup Salib!” “.

Kemudian singkat cerita dibawah komando Abu Mush’ab Azzarqowi dan Osama bin Laden berkibarlah bendera Al-Qaeda fii bilaad Ar-Raafidain (Al-Qaeda wilayah Iraq) melawan Ar-Rum yang menginvasi/memerangi muslim/Ahlussunnah di Iraq dan bahkan sudah mendeklarasikan kemenangan (atas muslim Iraq, dan atas banyak wilayah muslim secara umum). Inilah makna potongan hadist “Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut.”. Peperangan terus berlanjut, milisi Syiah dan pemerintahan boneka juga dilibatkan mendukung Ar-Rum. ” Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut. Kemudian Romawi marah dan mengkhianati perjanjian”.

“dan kaum muslimin bersatu melawan mereka.” ( Al-Hadist). Peristiwa ini terjadi di tahun 2006. Ketika itu wilayah yang berhasil dikuasai mujahidin semakin luas.

3 oktober 2006 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1427 Hijriah, Majelis Syuro Mujahidin Iraq (di Dalamnya AlQaeda bersama dengan kelompok yang beraliansi dengan mereka) di tambah dengan Harokah Fursan Ul-Tauhid dan Jundu Millah Ibrohim serta berbagai kabilah dan suku di Irak seperti; Al-Dulaim, Al-Jabbur, Al-Ubaid, Zuubaa, Qays, Azza, Al-Tay, Al-Janabiyiin, Al-Halaliyiin, Al-Mushohada, Al-Dayniya, Bani Zayd, Al-Mujamaa’, Bani Shommar, Inaza, Al-Suwaidah, Al-Nu’aim, Khazraj, Bani Al-Hiim, Al-Buhayrat, Bani Hamdan, Al-Sa’adun, Al-Ghonim, Al-Sa’adiya, Al-Ma’awid, Al-Karabla, Al-Salman dan Al-Qubaysat; memproklamirkan berdirinya Daulah Islam Irak, dengan wilayah meliputi Baghdad, Al-Anbar, Diyala, Kirkuk, Sholahuddien, Ninawah, Babil dan Al-Wassat, dan mengangkat Abu Umar Al Quroisy Al Husaini Al Baghdadi sebagai Amirul Mukminin Daulah Islam Iraq.

Para mujahidin pun berbai’at kepada Abu Umar Al Baghdadi sebagai bentuk keteguhan mereka, dan bubarlah Al Qaeda fie Biladil Rafidain. Kemudian hadistnya mengatakan ” Saat itulah terjadi Al Malhamah Al Kubro”(potongan Al-hadist). Ketika Ar-Rum sudah berkhianat berhadapan dengan umat Islam(mujahidin) yang bersatu dalam satu bendera kekhilfahan maka itulah Al-malhamah Al-Kubro. Jadi penyebutan Al-Malhamah Al-Kubro sebelum munculnya Al-Mahdi,ini berasal dari hadist, dan bukan hasil karangan kami.

Peperangan antara Thaifah Manshurah dengan Ar-Rum pun berlanjut sampai Ar-Rum mengumpulkan koalisi 80 bendera bersamanya, yang di belakang tiap bendera itu ada 12.0000 pasukan.

Pertempuran di Negeri Syam

Tahun 2011 M , negara Suriah dilanda perang saudara, oposisi menginginkan rezim Bashar Assad turun dari pemerintahannya. Rezim berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan menghalalkan segala cara, sehingga konflik berkepanjangan tidak bisa dihindari. Perang saudara kemudian dengan cepat berubah menjadi perang Proxy antar negara yang berkepentingan bagi tetapnya atau jatuhnya pemerintahan Bashar Assad, yang terlibat perang Proxy adalah Amerika (Ar-Rum) dan Rusia, ada lagi pihak ketiga yaitu Turki.

Sementara di tempat lain, yaitu di Iraq, terjadi pergantian kepemimpinan kekhalifahan. Khalifah Abu Umar Al-Baghdady Al-Quraisy syahid di tahun 2010, kemudian digantikan oleh khalifah Abu Bakr Al-Baghdady Al-Quraisy. tahun 2011 thaifah ini mengutus pasukan untuk membantu kaum Muslimin di Suriah/ Syam. Dipercayakan sebagai pimpinan yaitu Abu Muhammad Al-Jaulani di bawah tandzim/organisasi/ bendera Jabhat al-Nushrah (JN). Separuh dari baitul mal Thaifah Iraq digelontorkan kepadanya. JN menjadi magnet bagi kaum Muslimin di seluruh dunia yang ingin berangkat berjihad. Tidak sedikit yang berhijrah dan bergabung di dalamnya, dan sebelumnya memang dirahasiakan bahwa JN adalah bagian dari kekhalifahan di Iraq, Setelah banyaknya wilayah di Suriah yang berhasil dikuasai, tiga tahun setelah masuknya ke Suriah, yakni pada tahun 2013, Syaikh Al-Baghdady mengumumkan dibubarkannya ISI/ dan berganti nama menjadi AD-DAULAH Al-ISLAMIYYAH FIL IRAQ WA SYAM (1Sl5). Namun sayangnya, dalam hal ini Al-Jaulany (JN) berkhianat kepada Syaikh Al-Baghdady dan kaum muslimin sehingga dia melepaskan diri dari baiat. lSI5 mengambil alih langsung kepemimpinan di Syam , sehingga semakin tak terbendung dan berduyun-duyun Muhajirin dari berbagai negara. Tak pelak semakin banyak wilayah yang dapat dikuasai, ghanimah demi ghanimah turut memperkuat kekuatan dan membangun serta melengkapi infrastruktur wilayah kekuasaan. Ghanimah yang melimpah ini membuat kekuatan ISIS mencapai puncaknya hingga pada 29 Juni 2014, atau tepat pada awal Ramadhan 1435 H, mereka mendeklarasikan Daulah Khilafah Islamiyyah (lS) dan menghapus status lS15, dengan terlebih dahulu mengadakan musyawarah bersama pemimpin kabilah-kabilah dan suku-suku setempat. Kemampuan IS dalam mengelola wilayah kekuasaan mereka menarik simpati para kepala suku dan penduduk di wilayah kekuasaan l5 sehingga semakin banyak dan solid pendukung di belakang 15. l5 mendirikan lembaga pendidikan, mengelola pembangkit listrik, memperbaiki jalan dan taman kota, membayar gaji para pegawai dan menjamin kehidupan warga termasuk para fakir miskin, janda, korban perang, yatim piatu dan kalangan tidak mampu lainnya. Hal ini tentu saja membuat kekuatan l5 semakin solid dan mendapatkan kekuatan baru yaitu simpati warga.

Singkat carita kehadiran Thaifah Manshurah yang mendeklarasikan kh1lafah ini mengancam eksistensi semua pihak uang sedang berkuasa di dunia, termasuk Ar-Rum dan sekutunya. Maka Amerika kemudian mengajak koalisi dengan berbagai negara, sehingga berkumpullah 80 negara dipimpin AS/ Ar-Rum yang siap memerangi Thaifah Manshurah. Bentuk koalisi, anggota koalisi dan tujuan koalisi 80 negara ini dapat kita saksikan langsung dan sampai sekarang belum dibubarkan, statusnya masih aktif. Silahkan para pembaca akses situs theglobalcoalition.org dan kemudian baca juga situs resmi dari Ar-Rum https://www.state.gov/the-global-coalition-to-defeat-isis/

Youtube : https://youtu.be/XnJBIlOrYk8

Selengkapnya ada 83 anggota koalisi bersama Ar-Rum( 78 Negara, 5 Institusi)

Africa
Cameroon (MP: 12.500 troops)
Central African Republic (MP: 8200)
Chad (MP: 35.000)
Democratic Republic of Congo (12000)
Djibouti (20.470 personel)
Egypt (1.330.000 personel)
Ethiopia (162.000 personel)
Guinea (45.000)
Kenya (29.000 personel)
Libya (30.000)
Mauritania (31.540 personel)
Morocco (510.000 personel)
Niger (11.000 personel)
Nigeria (120.000)
Somalia (20.000)
Tunisia (150.000 personel)

Americas
Canada (112.200 personel)
Panama (35.000 personel)
United States (1,005,725 personel)

Institutions
Arab League ( personel gabungan)
CEN-SAD (personel gabungan)
EU (gabungan personel negara Eropa)
INTERPOL(personel gabungan)
NATO(personel Gabungan)

Asia Pacific
Afghanistan (186.000 personel)
Australia (80.000)
Fiji (4.040 personel)
Japan (319.000)
Malaysia (429.000)
New Zealand (11.300)
Philippines (315.000)
Singapore (1.467.000)
South Korea (6.710.000)
Taiwan (1.831.500)

Europe
Albania (10.500 personel)
Austria ( 25.000)
Belgium (35.000)
Bosnia and Herzegovina (10.500)
Bulgaria (33.000)
Croatia (38.500)
Cyprus (12.000)
Czech Republic (25.000)
Denmark (61.500)
Estonia (34.500)
Finland (315.500)
France (450.000)
Georgia (25.400)
Germany(215.000)
Greece (424.500)
Hungary ( 57.000)
Iceland (430 personel)
Ireland (13.000)
Italy (371.000)
Kosovo (8000)
Latvia (21.300)
Lithuania (53.000)
Luxembourg (802)
Moldova (66.200)
Montenegro (12.000)
Netherlands (46.000)
North Macedonia (20.500) Norway (64.000) Poland (193.500)
Portugal (267.500)
Romania (180.000)
Serbia (84.000)
Slovakia (16.000)
Slovenia (15.000)
Spain (216.000)
Sweden (51.200)
Turkey (895.000)
Ukraine (1.245.000)
United Kingdom (275.000)

Middle East
Bahrain (19.450 personel)
Iraq (310.000 personel )
Jordan (180.000 personel)
Kuwait (46.500 personel)
Lebanon (95.000 personel)
Oman (47.000 personel)
Qatar (17.000 prsonel)
Saudi Arabia (505.000 personel)
United Arab Emirates (65.000 personel)
Yemen (113.500 personel)

Sumber : http://www.globalfirepower.com

Apakah sudah terlihat dengan terang benderang maksud hadist ini ? “Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan.”(Al-hadist)

Apakah sudah jelas akhi/ukhti?

Apakah pernah dalam sejarah Islam atau sejarah dunia sebelumnya , bahwa ada pertempuran antara 1 bendera melawan 80 bendera ?? Jawabannya BELUM PERNAH ADA

Berarti ini adalah peristiwa yang baru, dan satu-satunya dalam sejarah. Bagi kami ini adalah bukti kebenaran wahyu Allah , kebenaran Sabda Rasulullah SAW. Bagi kami ini adalah kabar gembira karena telah jelas mana yang haq dan mana yang bathil. Karena sebelumnya banyak yang mengaburkan penglihatan dari yang Haq, bahkan tidak sedikit dari umat Islam yang mengatakan bahwa yang haq adalah bathil.

Terealisasinya hadist “1 bendera vs 80 bendera Ar-rum” ini adalah sebagai hujjah, sebagai legitimasi dan tazkiyah langsung dari Allah dan Rasul-NYA tentang keabsahan perjuangan thaifah manshuroh, legitimasi lurusnya bendera, manhaj dan tentara mereka , serta meruntuhkan semua tuduhan baik dari media kafir maupun media islam, baik dari mulut orang kafir maupun dari mulut seorang muslim yang menuduh mereka Teroris, buatan Israel, buatan syiah, buatan Amerika, khawarij, pembantai kaum muslimin, pembunuh anak-anak, pemerkosa wanita, khilafah palsu, penyebar fitnah dan tuduhan keji lainnya. Maka setelah hujjah ini tegak, bagi siapa yang memusuhi mereka (Thaifah Manshurah) maka ia berarti memusuhi Allah dan RasulNYA dan mendustai risalah yang dibawanya. Wal-Iyadzubillah…

Setelah ini kami akan mengungkap beberapa episode pertempuran yang terjadi antara Thaifah Manshurah VS koalisi 80 bendera, berdasar Nash hadist dan hal-hal lainnya terkait hal tersebut. Insyaallah…

Post a Comment