Menelusuri Jejak Thaifah Manshurah : Penyebutan “Kelompok Syam” [04]

 Bismillah…

Sebagaimana yang kita telah ketahui dari penjelasan para Ulama, bahwa Thaifah Manshurah adalah manhaj/cara beragama, sistem, jalan hidup, yang sesuai dan bertahan dengan syariat menurut pemahaman para sahabat Rasulullah SAW, bertahan ditengah badai fitnah kemusyrikan, kekafiran, kemurtadan, kefasikan, kezhaliman, bertahan daan tetap istiqomah walau diterpa badai fitnah Ahlas, Sarra dan Duhaima.

(Baca juga Apa itu fitnah Ahlas, Fitnah Sarra dan Fitnah Duhaima )

Fitnah Fitnah Besar Menjelang Munculnya Al-Mahdi dan Ad-Dajjal

Selain pengertian di atas, apabila kita memperhatikan, maka penyebutan “Thaifah Manshurah” bukan hanya sebatas predikat atau sebuah manhaj, akan tetapi terlebih di akhir zaman ini, Thaifah Manshurah juga terwujud sebagai satu kesatuan kelompok yang khusus. Kelompok inilah yang akan ada di dalamnya atau bergabung bersamanya, Nafsun Zakiyyah, para Abdal, Imam Al-Mahdi, kemudian Nabi Isa AS. Kelompok inilah juga yang akan memerangi/ mengalahkan Rum dan Dajjal, kemudian memerangi gelombang/kelompok terakhir dari Ya’juj dan Ma’juj bersama Nabi Isa ‘Alaihis Salaam.

Dalam hadist-hadist Thaifah Manshurah yang periwayatannya menurut ulama mencapai derajat Mutawatir (tidak diragukan karena banyak jalur periwayatan), banyak disebutkan/diisyaratkan akan adanya /munculnya sebuah kelompok/barisan/Thaifah yang menjadikan Syam sebagai rumah/ benteng mereka.

  • Dari Murroh bin Ka’ab AI-Bahzi ra., dia mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: „“Senantiasa ada sekelompok dari umatku berada di atas kebenaran,mengalahkan orang-orang yang menentangnya, mereka bagai bejana (hidangan) di antara para pemakan, sampai datang Allah Azza wa Jalla dan mereka tetap begitu.” Kami bertanya: “Ya Rasulullah, siapa mereka dan di mana?” Beliau menjawab: “Disegala penjuru Baitul Maqdis.”(HR. Bukhari, At-Thabrani dan Al-Fasawi).
  • Dari Mu’awiyah ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda: “Akan selalu ada dari umatku satu golongan yang menegakkan perintah Allah, tidak merugikan mereka orang-orang yang mendustakannya dan juga orang-orang yang menyalahinya sampai datang keputusan Allah, sedangkan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.”Maka Malik bin Yukhomir berkata, “Saya mendengar Mu’adz berkata: “Dan mereka ini di Syam”. Maka Mu’awiyah berkata, “Malik ini mengaku bahwa ia telah mendengar Mu’adz berkata ‘Dan mereka ini di Syam’.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Awanah, Ahmad, AI-Lalikai, dan Abu Nu’aim).

Dari 2 hadist di atas saja kita dapat mengetahui ciri-ciri kelompok khusus tersebut, di antaranya :

1. Akan dikelilingi/dikepung/ ditentang oleh bermacam para pemakan/ pemangsa/musuh yang menyerang mereka dari segala arah.

2. Mereka akan mengalahkan orang yang menentangnya (dengan Hujjah yang kuat (bagi para ahli bid’ah) dan dengan pedang/senjata (bagi orang-orang kafir/murtad yang memerangi). Mengalahkan atau menang seperti dijelaskan para ulama, tidak berarti maksudnya selalu dalam artian zahir, tapi bisa juga maksudnya mereka dalam kebenaran di sisi Allah (diberikan legitimasi dari Allah).

3. Mereka berada di Syam atau bermarkas di Syam, atau berpusat di Syam/ Baitul Maqdis. Syam atau Negeri Syam merupakan sebuah daerah yang terletak di timur Laut Mediterania, barat Sungai Efrat, utara Gurun Arab, dan sebelah selatan Pegunungan Taurus. Kawasan ini meliputi empat negara sekarang ini, yaitu Suriah yang merupakan pusat negeri Syam, Palestina sebagai kiblat pertama kaum muslimin, Lebanon, dan terakhir Yordania.

Kemudian muncul pertanyaan apakah sudah muncul kelompok tersebut? Dan apa tanda khusus yang mencirikan mereka selain tiga poin di atas? Mengingat di masa kita ini telah meletus perang di Negeri Syam yang melibatkan banyak pihak dan ada banyak juga berbagai versi “mujahidin”.

Insyaallah selanjutnya penulis akan mengungkap siapa kelompok yang dimaksud berdasarkan nash-nash yang telah dipaparkan sebelumnya dan yang akan kami bawakan di tulisan selanjutnya. Dengan ini kita memasuki pembahasan : “Al-malhamah Al-Kubro : Thaifah Manshurah VS Rum”

Post a Comment