Bolehkah Sholat Di Belakang Ahlu Bid'ah Dan Imam Imam Di Darul Kufur ??


 

🍃PENA TAUHID
__________________
▪️┈┉━❁ ﷽ ❁━┉┈▪️
(BOLEH KAH SHOLAT DIBELAKANG AHLI BID'AH DAN IMAM IMAM DI DARUL KUFUR)

Berkata Imam Ats Tsaury kepada Syu'aib bin Harb sebagaimana dalam Kitab Ushuul Al I'tiqaad Milik Imam Al Laalikaai 1/170

“Wahai Syu'aib, tidak akan bermanfaat apa yg telah engkau tulis hingga engkau berpendapat bolehnya shalat di belakang setiap (imam) yg baik maupun yg buruk, dan jihad akan senantiasa tetap hingga hari kiamat, dan bersabar di bawah bendera penguasa yg zhalim atau yg adil”

Berkata Syu'aib : Maka aku katakan kepada Sufyan :

“Wahai Abu ‘Abdillaah, apakah pada semua shalat? (boleh bermakmum pada imam yg baik ataupun yg buruk ?)

Berkata Imam Sufyan Ats Tsaury :

"Tidak, tetapi (maksudnya) shalat jum'at dan shalat idul fithri dan idul adha, shalatlah di belakang siapa yg engkau dapatkan, adapun selain itu maka engkau bisa memilih tidak shalat kecuali yg engkau tsiqah dengannya dan engkau tahu bahwasanya bahwa dia adalah ahlu sunnah wal jama'ah.”

#Ini berdasarkan waqi’ pada zaman imam sufyan ats tsaury yg mana itu adalah di darul islam, dimana ketika itu di zaman tabiut tabi'in para imam shalat jum'at dan sholat ied adalah dari para imam ahlusunnah, adapun ketika shalat fardhu di masjid masjid mereka, maka masih ada kemungkinan bahwa adanya imam-imam dari kalangan ahlu bid'ah, maka imam sufyan ats tsaury menyarankan agar memilih imam yg tsiqah dan diketahui bahwa dia adalah ahlu sunnah.

Adapun kita yg berada di darul kufur pada hari ini, maka harus hati hati ketika akan bermakmum dalam shalat kita, karena bukan hanya tersebar para ahlu bid'ah, namun juga sudah tersebar para imam imam murtaddin (pendukung pancagila, demokrasi dan thawaghit) di masjid masjid pada darul kufur saat ini.

Berkata Syaikh Sulaiman Ibnu Sahman serta para Imam Dakwah Tauhid lainnya dalam Ad Durar As Saniyyah bahwa TIDAK SAH BERMAKMUM kepada “orang yg tidak mengkafirkan ‘ubbadul qubuur”. “Dan masuk dalam jajaran ‘ubbadul qubuur adalah para penguasa (baca : presiden, raja, kepala adat, dll) yg tidak berhukum dengan hukum Allah, para aparat keamanannya, para demokrat, para pengikut hukum buatan (UUD 1945, Pancagila, Demokrasi Hukum Adat, Perda, dll -pent).” (Kitab Ath Thabaqat, Syaikh Ali Al Khudlair : 1)

سئل أحمد أمر في الطريق فأسمع الإقامة ترى أن أصلي فقال: قد كنت أسهل فأما إذ كثرت البدع فلا تصل إلا خلف من تعرف.

Imam Ahmad ditanya : Aku sedang melewati jalan, lalu aku mendengar iqamah (panggilan shalat), bagaimanakah pendapatmu, apakah aku shalat?
Imam Ahmad berkata “Sungguh aku dahulu bersikap mudah dalam hal ini, tetapi ketika merebak kebid'ahan, maka janganlah engkau shalat, kecuali dibelakang orang yg engkau mengenalnya.” (Thabaqaat Al Hanaabilah 1/59)

Lalu bagaimana dengan hari ini?

Dimana bukan hanya bid'ah yg tersebar, tapi justru kesyirikan dan kekufuran merebak dimana mana.

(Ini terkait dengan Daarul Kufr (Negara Negara Nasionalis, adapun jika di Daarul Islam maka shalatlah bermakmum kepada siapa saja meski engkau tidak mengenalnya)

Adapun di zaman imam ahmad, maka penguasanya (al makmun) telah murtad karena bid'ah jahmiyyah dan juga mayoritas manusia mengikutinya, maka itu imam ahmad mengatakan bahwa jangan sembarangan shalat di belakang manusia, kecuali orang yang dikenalnya (dikenal bahwa manhajnya ahlusunnah - Terkait hukum sholat di belakang orang yg kita tdk tahu keadaannya ( masturul Haal ).

Sampai pada kesimpulan sesuai dg penjelasan ulama2 dawlah bahwa kaidah sholat masturul haal berlaku di daarul islam… bukan daarul kufri ataupun daarul Kufr thari..

#Adapun kita yg berada di daarul kufr….
Maka tidak d benarkan sholat di belakang orang2 yg TIDAK jelas keadaannya..
Adapun tanda2 dhahir umum sperti memakai pakaian islam.. sholat.. puasa romadhan.. blm cukup menjadi syarat karena di daarul kufr ini..org2 musyrk dan murtad juga melakukan hal yg sama

Musyrik atas tindakannya melakukan syirik baik syirik kubur maupun syirik dustur…
Syirik dustur itu terkait dg hukum… tdk mengkafirkan thoghut.. ataupun mendukung dan berpartisipasi dlm demokrasi,.

Bila antm tdk menemukan org yg jelas keadaannya… tdk menemukan seorg imam yg muslim lg muwahiid..

LEBIH BAIK KALIAN SHOLAT SENDIRIAN…
Ini konsekwensi ghurobaa
Ini konsekwensi muwahhid akhir zaman
Ini konsekwensi seorg muslim yg telah menisbatkan dirinya sbg anshar khilafah alaa minhajun nubuwwah yg masih berada di daarul kufr…

Ketika seruan utk hijrah belum bisa kita laksanakan…
ketika seruan amaliyah jihadiyah tdk mampu kita lakukan..
Konsekwensi ini tdk seharusnya kita lalaikan…
Wallahu A’lam

•┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈•

Post a Comment