Bismillaahirrahmaanirrahiim.
PARA PENGUASA THAGHUT DAN PEMBELANYA ADALAH PARA PENYERU KE NERAKA
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada hari Kiamat mereka tidak akan ditolong." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 41)
وَاَ تْبَعْنٰهُمْ فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا لَـعْنَةً ۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ هُمْ مِّنَ الْمَقْبُوْحِيْنَ
"Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 42)
Allah 'Azza wa Jalla berfirman :
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata : “Alangkah baiknya, andaikata kami ta'at kepada Allah dan ta'at kepada Rosul”. Dan mereka berkata : “Ya Robb kami, sesungguhnya kami telah menta'ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Robb kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.
(QS. Al-Ahzab : 66-68).
Al-Imam Ibnu Katsir rohimahulloh menerangkan :
“Mereka diseret kedalam neraka diatas wajah-wajah mereka, kemudian wajah mereka meliuk-liuk dalam jahannam. Lalu pada saat seperti itu mereka berangan-angan kalau seandainya dulu mereka di dunia ta'at kepada Alloh dan Rosul-Nya. Sebab, mereka (lebih) mengikuti (ta'at) kepada as-Saadah ya'ni Pemimpin-Pemimpin, dan Kubaraa’ ya'ni para 'ulama atau pembesar kaum. Sedang mereka menyelisihi Rosul-Rosuul Allah".
Kemudian diriwayatkan dalam sebuah Hadits, dari 'Ali bin Abi Tholib rodhiallohu 'anhu, ia berkata :
“Nabi ﷺ mengirim satuan pasukan dan mengangkat seorang Anshor sebagai komandan pasukan, ia memerintahkan pasukannya untuk ta'at kepadanya. Suatu ketika komandan marah kepada mereka dan berkata : "Bukankah Nabi ﷺ memerintahkan agar kalian taat kepadaku.?"
"Betul.!" Jawab prajuritnya.
Ia berkata : "Aku ingin agar kalian mengumpulkan kayu bakar lalu kalian nyalakan api, kemudian kalian masuk dalam kobaran api itu".
Para prajurit kemudian mengumpulkan kayu bakar lalu menyalakan api. Saat hendak memasuki kobaran api, mereka saling menatap satu sama lain. Lalu ada di antara mereka berkata : "Kami mengikuti Nabi ﷺ untuk menjauhi api (neraka), lantas apakah kita harus memasukinya.?"
Saat dalam situasi seperti itu, kobaran api padam dan amarah si komandan mereda. Kejadian ini disampaikan kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda : "Andai mereka memasukinya mereka tidak akan keluar darinya. Keta'atan itu hanya pada kebaikan". (HR. Muttafaq 'alayh).
Begitu besar dan berat musibah yang menimpa suatu kaum yang ta'at kepada para penguasa mereka. Dikarenakan mereka (penguasa) menyelisihi Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya. Tidak mau berhukum dengan Hukum Islam, mereka lebih condong kepada hukum-hukum positif yang dibuat oleh manusia yang menjadi tempatnya lupa dan salah. Bahkan, lebih didahulukan dari pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sedang kaum muslimin ta'at kepada mereka.
Maka, ketika rakyat kaum muslimin mengikuti dan ta'at kepada mereka, mematuhi setiap titah perintahnya, sedangkan ia (rakyat) mengetahui bahwa perintah tersebut menyelisihi Sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, namun mereka tetap mengikutinya, bahkan ridho atas apa yang mereka lakukan dengan tidak berhukum kepada Syari'at Islam, tidak ada rasa pengingkaran sedikitpun di dalam hatinya, jadilah mereka para pendosa atas keikut sertaan dan keridhoannya terhadap mereka.
Sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ :
“Kalian akan dipimpin amir-amir, lalu kalian menganggap (sebagian amalan mereka) baik, dan sebagaian lainnya mungkar. Maka, siapa yang membencinya, ia terbebas (dari kemunafiqan), dan barangsiapa yang mengingkari, ia terhindar (dari dosa). Namun siapa yang merelakan (dipimpin meeeka) dan mengikuti (ta'at kepada mereka), maka ia turut menanggung dosa.” (HR. Muslim no.1854).
_Wallohu Ta'ala A'lam_
Post a Comment