بسم الله الرحمن الرحيم
"PERBEDAAN KHILAFAH DAN KERAJAAN"
===================================
Para Ulama telah membeda-kan antara Khilafah dan Kerajaan,Al-Allamah Ibnu Khaldun Rahimahullahu memberi-kan uraian terkait perbedaan dua istilah ini."--Karajaan atau Presiden biasa ialah membawa (mengatur) seluruh Umat berdasar-kan tujuan hawa nafsu."-Sementara politik ialah membawa ( mengatur) seluruh Umat berdasar-kan pandangan akal untuk mendatang-kan mashlahat duniawi dan Menolak bahaya."--Sementara Khilafah adalah membawa (mengatur) seluruh Umat berdasar-kan pandangan Syari'at dalam mewujud-kan mashlahat-mashlahat Ukhrawi dan duniawi yang akan kembali pada-nya.
[Al-Muqaddimah Ibnu Khaldun hal:190]
=================================
Juga berdasar-kan sejumlah Atsar diantara-nya yang di-riwayat-kan dari Salman Al-Farisi bahwa Umar bin Khatthab Radhiyallahu 'anhu bertanya tentang perbedaan antara khalifah dan Raja
Salman menjawab:
-------------------------------
"Jika engkau memungut satu dirham, kurang atau lebih dari tanah Kaum Muslimin, Lalu engkau mengguna-kan-nya secara tidak benar, berarti engkau seorang Raja.
Sedang-kan Khalifah adalah, Pemimpin yang memperlaku-kan Rakyat secara adil, membagi-kan jatah untuk mereka secara rata, menyayangi mereka seperti seorang suami menyayangi istri-nya, Seorang ayah menyayangi anak-nya dan memutus-kan perkara antara mereka berdasar-kan Kitab Allah."--Ka'ab akhir-nya berkata;"aku tidak mengira di-majelis ini ada yang membeda-kan antara Raja dan Khalifah."--Namun Allah meng-ilham-kan Jawaban atas pertanyaan tersebut kepada Salman
[Ath-Thabaqat Al-Kubra Ibnu Sa'ad:lll/306]
===================================
Ini merupa-kan perbedaan karakteristik dalam hal mengatur Rakyat, juga perbedaan metode berkuasa-nya Raja atau Khalifah.
Biasa-nya Raja memperoleh kekuasaan dengan cara mengalah-kan lawan, wasiat dari ayah ke anak dan perkataan-nya adalah sesuatu yang sakral yang tidak boleh di-bantah Ketika ia memerintah-kan baik itu Perintah baik maupun Perintah yang buruk dan menjatuh-kan hukuman sesuai dengan kehendak akal dan nafsu-nya.
Sedang-kan Khalifah hanya dapat berkuasa setelah mendapat legimitasi dari Ahlul Halli wal 'Aqdi, baik melalui pemilihan atau pun penunjuk-kan dari khalifah sebelum-nya.
Dan khalifah ia cenderung di-mintai Nasehat Jika mereka keliru atau salah jalan dalam kepemimpinan-nya.
Sebagaimana yang di-lakukan Oleh Para Khulafa-ur Rasyidin mereka mendorong rakyat untuk menasehati dan melurus-kan mereka ketika mereka keliru atau menyimpang.
Abu Bakr Ash-Shiddiq Rodhiyallahu 'anhu menyampai-kan dalam orasi fenomenal-nya:
Ia berkata:
-----------------
"Wahai sekalian manusia.!!
Aku ini Muttabi'(pengikut), bukan Pembuat hal-hal baru."-Jika aku bertindak baik maka bantu-lah aku.
Dan jika aku menyimpang, Maka luruskan-lah aku.
Ia juga berkata:"Aku di-tunjuk untuk memimpin kalian, padahal aku bukan-lah yang terbaik di-antara kalian, jika aku berlaku baik, bantu-lah aku, Namum jika aku berlaku buruk, luruskan-lah aku."[Al-Bidayah Wa An-Nihayah:V/248]
[Ath-Thabaqat Al-Kubra Ibnu Sa'ad:lll/183]
---------------------------------------------------------------------
Umar bin Khatthab Radhiyallahu 'anhu juga berkata seperti yang di-riwayat-kan Sufyan bin Uyainah ia berkata:
-------------
"Orang yang paling aku sukai adalah yang memberitahu-kan segala ke-kurangan-ku kepada-ku, demikian-lah hal-nya Khalifah lain.
[Ath-Thabaqat Al-Kubra Ibnu Sa'ad: lll/239]
Pelajaran yang bisa kita ambil dari hikmah ini adalah, jangan pernah menyombong-kan diri dengan apa-apa yang kita miliki, baik itu jabatan yang tinggi, harta kekayaan yang melimpah, Ilmu yang luas dan perhiasan dunia lain-nya.
Karena semua itu bukan-lah patokan menuju kebahagiaan hakiki, ketika kita lupa diri bahwa semua itu hanya-lah titipan Sebagai ujian hidup, Apakah dengan semua pemberian itu, kita akan semakin menunduk kepada Allah atau justru sebalik-nya yang membuat kita semakin menyombong-kan diri.
والله اعلم
Post a Comment